Ini tentang rasa. Rasa yang kau sendiri, yang merasakannya, tidak mengerti. Rasa yang semakin kau tolak, semakin bergejolak. Rasa apakah itu? Sayapun tidak tahu, yang saya tahu, rasa itu menghasilkan rasa yang baru. Rasa takut terjadi apa-apa pad si pemberi rasa, rasa takut akan kebenaran rasa itu sendiri.
Ntah kosa kata seperti apa yang bisa mewakili rasa itu. Berlebihankah jika saya menyebutnya cinta? Ahh tidak, saya terlalu takut untuk menyebutnya cinta. Kalau begitu, mungkinkah itu sayang? Tapi, bukankah sayang identik dengan rasa ingin memiliki? Sepertinya saya tidak begitu. Cukup tahu dia baik-baik saja, itu sudah menjadi sebuah kebahagiaan. Pun jikalau boleh memiliki, sungguh, lagi itu kemurahan hati Tuhan untuk seorang hambaNya yang banyak tuntutan ini.
Rasa itu kemudian mengobrak abrik emosi. Sudah tak terjagakah kemurniannya? Jangan, kumohon tetaplah terjaga. Saat si penguak rasa merasa kau meragukan kehadirannya, rasa inilah yang kemudian tersinggung luar biasa, bukan saya, tapi rasa ini. Apakah dia pikir, rasa itu bisa hadir jika saya, si empunya rasa tak yakin dengan si pemberi rasa? Itu terlalu berisiko! Lalu apakah saya seberani itu menantang sang risiko? Tidak! Karenanya, saya bisa katakan bahwa saya yakin, jadi tolong jangan rusak keyakinan itu. Jangan rusak rasa itu. Jagalah sampai saatnya terealisasi dengan indah.
Goresan kecil sang empunya rasa~
Lalabata, 29 Januari 2017
Ntah kosa kata seperti apa yang bisa mewakili rasa itu. Berlebihankah jika saya menyebutnya cinta? Ahh tidak, saya terlalu takut untuk menyebutnya cinta. Kalau begitu, mungkinkah itu sayang? Tapi, bukankah sayang identik dengan rasa ingin memiliki? Sepertinya saya tidak begitu. Cukup tahu dia baik-baik saja, itu sudah menjadi sebuah kebahagiaan. Pun jikalau boleh memiliki, sungguh, lagi itu kemurahan hati Tuhan untuk seorang hambaNya yang banyak tuntutan ini.
Rasa itu kemudian mengobrak abrik emosi. Sudah tak terjagakah kemurniannya? Jangan, kumohon tetaplah terjaga. Saat si penguak rasa merasa kau meragukan kehadirannya, rasa inilah yang kemudian tersinggung luar biasa, bukan saya, tapi rasa ini. Apakah dia pikir, rasa itu bisa hadir jika saya, si empunya rasa tak yakin dengan si pemberi rasa? Itu terlalu berisiko! Lalu apakah saya seberani itu menantang sang risiko? Tidak! Karenanya, saya bisa katakan bahwa saya yakin, jadi tolong jangan rusak keyakinan itu. Jangan rusak rasa itu. Jagalah sampai saatnya terealisasi dengan indah.
Goresan kecil sang empunya rasa~
Lalabata, 29 Januari 2017
Komentar
Posting Komentar