Langsung ke konten utama

[231116] Lalabata kebanjiran


Tak ada lagi pematang, yang ada hanya genangan (Kak Ratna, 2016). Semalam, sekitar jam segini, kak Ravi pulang dengan ngosngosan. Kami bingung. D kejar anjingkah? Ato d kejar pencuri? Ntahlah, yang jelas kedatangannya d iringi lolongan anjing. "Rusak motor" itu kata yang berulang kali d ulangnya. Ternyata si hijau mogok, kemasukan air. Kak Ravi mulai bercerita, terkesan dramatis, namun kami (saya dan kak Ratna) bisa mengerti kemudian. Motor mogok d tengah banjir hampir sepinggang, dengan arus yang sangat deras, hampir hanyut. Barang bawaan alat tulis yang harus d selamatkan. D lanjutkan dengan perjalanan dengan motor yang masih mogok, mendaki dan menurun dengan jalan berbatu. "Mendadak kuatka" katanya. Hahaha
Cerita itu baru bisa benar^ kami pahami saat kami hendak melalui jalan tersebut. Subhanallah, benar-benar tak ada yang berani menerobos banjir sepinggang tersebut. Jadilah kami melalui jalan memutar di sisi pembangunan rel kereta api, yang banyak juga memilih tak jadi pergi saat melihat medannya. Mendaki, menurun, becek dan licin. Dan lagi si abu^ yang harus d ajak bekerja sama, si hijau masih istirahat, mogok. Walau sempat menerima jasa didorong oleh warga lantaran tak bisa mendaki, tapi cuma sekali, dalam perjalanan 2 kali bolak balik, saya tetap salut.

Karena Lalabata kebanjiran, seharian kami di rumah, fokus menyusun rencana masa depan, OYAP. Sorenya saya memutuskan “pulang’, tak tenang lantaran chat chat dari si bungsu. Saya meninggalkan Kak Ratna dan Kak Ravi berduo karir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[05-071216]

Kepulangan kembali ke Lalabata selalu memiliki cerita tersendiri. Melihat hamparan hijau bukit-bukit yang menjadi lahan pertanian, dan gelak tawa anak-anak dan remaja di lapangan bola dan lapangan volley sore hari. Desa ini terlalu luas! Semakin dipandang seakan semakin banyak lokasi yang belum kami telusuri. Dan rasa penasaran tak kunjung berhenti menghinggapi benak ini. Terlalu penasaran untuk melihat setiap bagian didesa ini. Dan rasa penasaran itu berada dipuncaknya di saat-saat seperti ini, saat hari-hari pertama kembali ke desa. Ntah kenapa, tapi selalu seperti itu! Rasa penasaran tak bisa diabaikan begitu saja! Selain berdiskusi “berisi” sampai diskusi ngalur ngidul dengan masyarakat dan “tokoh’nya, kami memiliki misi menjelajah desa beberapa hari ini. Dan benar saja, banyak sekali titik-titik menarik baru yang kami temukan. Siapa sangka ada jalan pintas yang menghubungkan Dusun Matajang dan Dusun Bacu-bacu?. Yah, tanpa sengaja kami menemukan jalan ini, jalan yang membelah ...

[161216]

Mesjid tenaga surya Sebut saja begitu, saya menamakannya seperti itu. Tadi siang "mesjid tenaga surya" ini menjadi lokasi perayaan Hari lahir Baginda Rasulullah SAW. Knp saya sebut mesjid tenaga surya? Yah, itu karena pada siang hari mesjid ini mengandalkan alat pembangkit listrik tenaga surya. . Kampung Pacore adalah salah satu kampung d Desa Lalabata, tepatnya d Dusun Matajang, lebih tepatnya lagi sekitar 2 km dari pusat dusun. Jarak yang terbilang cukup jauh untuk ukuran pemisah kampung dalam satu dusun. Mungkin karena jauh dari pusat dusun, terlebih pusat desa, dusun ini seperti memiliki "dunia" sendiri. Yah, d kampung ini, sore hari kita akan melihat jalan^ yang dipenuhi dengan anak^ dengan berbagai jenis permainannya. Semua bermain d luar! tak ada aktivitas nonton tv. Kenapa? Karena kampung ini memang belum berlistrik! Tapi tenang saja, ada satu bangunan yang berlistrik. Mesjid. Itulah mesjid tenaga surya tadi Sy selalu suka prinsip mengupayaka...

[23-251216]

[231216] Seminar selesai, artinya laporan menanti. Namun, badan tak kunjung dapat diajak kerja sama. Seharian badan sulit digerakkan, suhu tak kunjung turun, dan ntah harus berbuat apa untuk memperbaiki keadaan. Berbaring adalah satu-satunya hal yang bisa saya lakukan hari ini. Laptop yang akan digunakan untuk membuat laporan hanya saya pelototi, tidak lebih. [241216] Saat badan mulai membaik, laporan mulai tersentuh, kelengkapan berkas laporan mulai saya rapikan. Nota-nota, absen dan materi seminar siap untuk dirampungkan. Namun, saya memilih meyelesaikannya dirumah. Saya izin untuk off esok hari. Sore ini saya pulang, di jemput oleh adik lantaran badan masih tak kuasa mengendarai motor sendiri. [251216] OFF diisi dengan penyelesaian laporan, dan bed rest!