Langsung ke konten utama

[171216] peace (?) !

Kalau kakak bilang "peace", maka mereka akan serentak mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah mereka seperti yang ad d foto.
Apakah mereka mengerti kalau "Peace" berarti damai?
Apakah model tangan seperti itu berarti mereka sedang menawarkan perdamaian?
Silahkan tafsirkan sendiri
Setiap orang punya kebebasan untuk menafsirkannya

Bagaimanapun tafsirannya, saya lebih suka menafsirkannya sebagai ekspresi bahagia anak^ yang selalu "excited" kalo liat kamera, apatalagi jika d ajak grufie.
Peace ini akan jadi gaya andalan.
Dan saya suka gaya itu!

Bukan karena saya tim sukses calon desa nomor 2, sungguh bukan.
Yapss, saat ini d Kab. Barru sedang rentan simbol^ politik.
Besok lusa, tepatnya, 19 Desember 2016, akan berlangsung pesta demokrasi PilKaDes, pemilihan kepala desa d Kab. Barru.
D Desa Lalabata sendiri ada lima calon, hasil seleksi dari 8 balon.
Semoga pesta demokrasi besok dapat berjalan aman, tentram, dan bersahaja
https://www.facebook.com/images/emoji.php/v6/fd0/1/16/1f602.png
Semoga siapapun yang terpilih menjadi kapten desa selama 5 tahun kedepan, bisa menahkodai "kapal"nya dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab yang akan d pertanggungjawabkan dunia dan akhirat!
Terkhusus untuk desa terpilih Desa Lalabata. Salam kolaborasi pak/bu! Kami ada untuk bekerja sama mensejahterakan masyarakat Desa Lalabata. Kami ada untuk itu! Kalau tujuan bapak/ibu untuk kebaikan masyarakat, maka kita ada di pihak yang sama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[05-071216]

Kepulangan kembali ke Lalabata selalu memiliki cerita tersendiri. Melihat hamparan hijau bukit-bukit yang menjadi lahan pertanian, dan gelak tawa anak-anak dan remaja di lapangan bola dan lapangan volley sore hari. Desa ini terlalu luas! Semakin dipandang seakan semakin banyak lokasi yang belum kami telusuri. Dan rasa penasaran tak kunjung berhenti menghinggapi benak ini. Terlalu penasaran untuk melihat setiap bagian didesa ini. Dan rasa penasaran itu berada dipuncaknya di saat-saat seperti ini, saat hari-hari pertama kembali ke desa. Ntah kenapa, tapi selalu seperti itu! Rasa penasaran tak bisa diabaikan begitu saja! Selain berdiskusi “berisi” sampai diskusi ngalur ngidul dengan masyarakat dan “tokoh’nya, kami memiliki misi menjelajah desa beberapa hari ini. Dan benar saja, banyak sekali titik-titik menarik baru yang kami temukan. Siapa sangka ada jalan pintas yang menghubungkan Dusun Matajang dan Dusun Bacu-bacu?. Yah, tanpa sengaja kami menemukan jalan ini, jalan yang membelah ...

[161216]

Mesjid tenaga surya Sebut saja begitu, saya menamakannya seperti itu. Tadi siang "mesjid tenaga surya" ini menjadi lokasi perayaan Hari lahir Baginda Rasulullah SAW. Knp saya sebut mesjid tenaga surya? Yah, itu karena pada siang hari mesjid ini mengandalkan alat pembangkit listrik tenaga surya. . Kampung Pacore adalah salah satu kampung d Desa Lalabata, tepatnya d Dusun Matajang, lebih tepatnya lagi sekitar 2 km dari pusat dusun. Jarak yang terbilang cukup jauh untuk ukuran pemisah kampung dalam satu dusun. Mungkin karena jauh dari pusat dusun, terlebih pusat desa, dusun ini seperti memiliki "dunia" sendiri. Yah, d kampung ini, sore hari kita akan melihat jalan^ yang dipenuhi dengan anak^ dengan berbagai jenis permainannya. Semua bermain d luar! tak ada aktivitas nonton tv. Kenapa? Karena kampung ini memang belum berlistrik! Tapi tenang saja, ada satu bangunan yang berlistrik. Mesjid. Itulah mesjid tenaga surya tadi Sy selalu suka prinsip mengupayaka...

[111116]

Temanya masih seputar “pindahan” dan rumah baru. Memulai pagi dengan sesi bersih-bersih basecamp. Basecamp? Ahh jangan basecamp, saya lebih suka menyebutnya “rumah”, dan karena kami baru di sini, mari kita sebut dengan “rumah baru”. Puas dengan sesi bersih-bersih, kami beralih kesesi belanja belanja. Meluncur ke pasar dengan modal bertanya, menuju pasar Pekkae. Berbagai kebutuhan dapur untuk beberapa hari kedepan telah tergantung dimotor, kami pulang. Diparkiran ada penjual pisang, kami singgah, kami beli pisang, saya suka pisang, Kak Ratna dan Kak Ravi juga, walau mungkin tak sesuka saya. Haha. Kami benar-benar pulang, pulang ke rumah baru. Sorenya, kami menuju Dusun Bacu-bacu. Dan ini adalah perjalanan pertama kami (saya dan Kak Ratna), kak Ravi tidak, ntah ini perjalanan keberapa baginya. Itupun belum menyusuri seluruh wilayah Dusun Bacu-bacu, kami hanya sampai di rumah pak dusun belum  menyusuri Dusun Bacu-bacu secara keseluruhan. Di rumah pak dusun kami disambut hangat ole...