Langsung ke konten utama

Postingan

Mereka dan Lappabila

Dendangan demi dendangan menemani perjalanan menuju tempat pelarian terbaik, tempat ternyaman dan tempat yang aneh sekali rasanya jika sehari saja tak ketempat ini. Kampung Lappabila Dusun Matajang. Kampung ini merupakan tempat tinggal pertama kami didesa ini, tiga hari lamanya kami menginap di rumah “pak kepala”, julukan untuk sang kepala dusun. Selanjut-selanjutnya, seakan ada ikatan dengan kampung ini. Tak lengkap rasanya jika dalam sehari tak menyambangi kampung ini. Kenapa? Mungkin karena suasananya, ramai tapi tak berisik, tenang tapi tak sepi. Dan mungkin juga karena ada mereka. Mereka yang senantiasa membantu segala bentuk kegiatan kami disini. Pemuda yang menyatukan diri dalam sebuah kelompok yang mereka juluki “AKAPELA”, Akselerasi KreAtivitas PEmuda LAppabila. Merekalah saudara-saudara tak sedarah dikampung orang. Mereka benar-benar selalu ada! Pengajian bulanan, mereka yang berperan penting, renovasi Rumah Belajar, mereka yang turun tangan langsung, tanaman pekarangan pe...

Tawa dan si jaket merah~

Keringat mengalir perlahan di dahi seorang gadis awal 20 tahunan. Matahari terasa lebih terik hari ini. Terik yang ikut membakar semangat sang gadis bersama “adik-adik”nya yang beralmamater hijau. Belum siang, masih pukul 10, mereka berkendara menuju sebuah kampung disudut sisi kiri Desa Lalabata, kampung Banga-bangae dan Bujung Awo dengan misi mendata masyarakat yang layak mendapat bantuan jamban sehat. Ditengah pelaksanaan misi, ditengah keterbatasan jaringan, kami mendapat informasi bahwa besok Manajer Comdev Yayasan Hadji Kalla, Kak Hakim, akan datang untuk mendongeng. Kami saling tatap. Semendadak ini? Dalam rangka apa? Apakah besok Kak Hakim tidak masuk kantor? Hahaha. Kami bingung. Ditengah kebingungan kami mulai mengatur strategi persiapan kegiatan mendongeng besok. Dan kami makin bingung, ini sudah hampir pukul 12 siang, sudah hampir jam pulang sekolah, dan kami ada di sudut terjauh desa. Hahahah. Akhirmya kami berbagi tugas, ada yang konfirmasi ke SD dan ke kantor desa da...

Nice HomeWork 1# Adab menuntut ilmu

Bismillahirrahmanirrahim Akhirnya yang dinanti datang juga. Setelah sekitar empat bulan sejak proses pendaftaran pra-matrikulasi sampai kelas matrikulasi berlangsung, ini adalah Nice HomeWork (NHW) pertama. Terharu, akhirnya mengerjakan NHW ini juga. MasyaAllah, Maha baik Allah mempertemukan saya dengan bunda-bunda serta calon bunda hebat dalam forum Institut Ibu Profesional. Semoga Allah, senantiasa menjaga semangat menuntut ilmu kita semua. Aamiin. NHW pertama ini mengangkat topik tentang adab menuntut ilmu. Sebenarnya ini bukan materi baru untuk saya pribadi, namun banyak ilmu baru yang saya petik dalam materi ini. Bukan hanya dalam materinya, namun juga dari pertanyaan NHW yang harus dikerjaan. Jujur saja pertanyaan itu membuat saya merenung beberapa saat. Beberapa lama memikirkan apa yang sebenarnya ingin saya fokus pelajari kedepannya dalam universitas kehidupan ini. Dan saya sampai pada kesimpulan bahwa ilmu yang ingin fokus saya perdalam disisa berkah usia yang saya miliki...

Choco brownie?

Hujan telah berhenti namun masih menyisakan dingin, pun saya dalam lemari pendingin kue, ikut merasakannya, saya menggigil. Di luar sana, sayup-sayup suara adzan terdengar dari kejauhan. Dari arah yang lebih dekat, saya mendengar beberapa orang saling menyapa. Mencoba memperkenalkan diri satu sama lain. Ahhh, indahnya bisa berkenalan dengan org baru. Tetiba saja saya merasakan hangatnya perkenalan itu. Ruangan utama kafe makin ramai, setidaknya begitu perkiraanku. Terdengar suara berderik dr berbagai sudut, gesekan lantai dan kursi yang ditarik, pikirku. Dialog perkenalan diripun berlanjut. Tidak, itu bukan dialog tapi multilog, percakapannya tidak lagi antar dua orang. Mereka seperti membentuk kelompok kecil dan secara bergiliran memperkenalkan diri. Saya menyimak dari kejauhan. Mereka membahas sesuatu yang sulit saya mengerti tapi tetap menarik untuk saya dengarkan. Mereka membahas tentang fiksi. Apa yang terlintas di kepala kalian jika mendengar kata itu? Sama, sy juga ber...

Pacoreku yang “hangat nan manis”

Pacore lagi, yey! Kampung ini masih menjadi rute tervaforit saya di desa ini. Warga dan alam satu padu dalam kehangatan, seperti berada dikampung sendiri. Pagi ini tujuan kami ke sini untuk koordinasi persiapan penyuluhan kakao dan koordinasi lanjutan terkait pembentukan posyandu. Rumah yang menjadi tujuan andalan kami saat ke sini adalah rumah pak Ansar, sang ketua RT, yang bisa dibilang kepala kampung, karena dikampung ini memang hanya sebuah RT yang merupakan bagian dari Dusun Matajang. Ntah kenapa, perjalanan kali ini terasa melelahkan sekali, dan ibu RT paling mengerti itu. Hehehe.  Segelas teh panas menjelang hangat siap melepas dahaga kami. Saat menikmati teh buatan ibu, si Haikal (cucu pak RT) datang  menarik perhatian saya, sebuah kotak dengan motif kotak-kotak hitam putih usang di tangannya, dia membawa kotak papan catur. Saya beranjak ke arahnya, meletakkan gelas teh tepat disebelah papan catur yang tengah diaturnya. Saya antusias sekali, bukan mau bermain, mel...

Teka-teki rasa

Ini tentang rasa. Rasa yang kau sendiri, yang merasakannya, tidak mengerti. Rasa yang semakin kau tolak, semakin bergejolak. Rasa apakah itu? Sayapun tidak tahu, yang saya tahu, rasa itu menghasilkan rasa yang baru. Rasa takut terjadi apa-apa pad si pemberi rasa, rasa takut akan kebenaran rasa itu sendiri. Ntah kosa kata seperti apa yang bisa mewakili rasa itu. Berlebihankah jika saya menyebutnya cinta? Ahh tidak, saya terlalu takut untuk menyebutnya cinta. Kalau begitu, mungkinkah itu sayang? Tapi, bukankah sayang identik dengan rasa ingin memiliki? Sepertinya saya tidak begitu. Cukup tahu dia baik-baik saja, itu sudah menjadi sebuah kebahagiaan. Pun jikalau boleh memiliki, sungguh, lagi itu kemurahan hati Tuhan untuk seorang hambaNya yang banyak tuntutan ini. Rasa itu kemudian mengobrak abrik emosi. Sudah tak terjagakah kemurniannya? Jangan, kumohon tetaplah terjaga. Saat si penguak rasa merasa kau meragukan kehadirannya, rasa inilah yang kemudian tersinggung luar biasa, bukan sa...

[290117]nya derdorder

Saudara tak sedarah, saudara seperjuangan, teman berpetualang, teman membelah jalan d tengah malam, teman diskusi masa depan, saudara sampai akhirat. InsyaAllah, Aamiin. Ingat sekali pertambahan usia yang pertama kali d rayakan bersama, d bus, d jalan k bone, d jalan rusak nan berkelok sumpanglakbu. Itu pertambahan usia keberapa yah? 19 tahun, bukan? At least, itu 4 tahun yang lalu. Petualangan bersama dari timur sampai barat indonesia! Susah senang sama-sama! Semoga tetap bersama, walau tak dalam ruang dan waktu yang sama! Walau dalam proses perjuangan yang tak sama. Tapi tujuan tetap sama, bukan? Sukses dalam cita dan cinta, yang membawa pada kebahagiaan dunia akhirat! 🙏😍 #saudarataksedarah #saudaraseperjuangan #derdillaernanurulfichunwandiy #derarinfichunkakakmiftah